Aku mengizinkanmu menyelinap ke kamarku lalu melenyapkan gebar kegemaranku dan menghangatkanku dengan pelukanmu.
Aku mengizinkanmu merasuki tubuhku dan menjelajah segenap pemikiranku yang terlalu penuh denganmu.
Aku mengizinkanmu menguasai seluruh duniaku tanpa aku merahasiakan apapun darimu.
Sayang, aku selalu mengizinkanmu melakukan apapun maumu.
Aku kira, pada malam Augustus ini, kita cuma bisa saling mengizinkan Sang Rindu menyelinap, merasuki, serta melenyapkan kita yang terasing sedari tadi.
Boomerang
Sore tadi, tanpa isyarat apapun, kamu pergi menginggalkan
segala yang kita pernah punya.
Bersaksikan hujan dan airmata, mereka seperti
rela buat kesekian kalinya.
Seketika
itu, aku masih betah memerhatikanmu dari jauh, bersendiri.
Bertemankan
memori-memori kita yang masih ada, aku utuh berdiri menunggu kamu yang aku
pasti, akan kembali.